Rusia Bantah Tuduhan Barat soal Kejahatan Perang di Ukraina

April 06, 2022
Add Comment
Rusia mengatakan tuduhan tersebut merupakan propaganda palsu yang dipentaskan oleh pasukan khusus Ukraina untuk menodai Moskow.
Sejak pasukan Rusia menarik diri dari kota-kota dan desa-desa di sekitar Ibu kota Ukraina Kiev, pasukan Ukraina telah menunjukkan kepada wartawan foto-foto jasad yang bergeletakan di jalanan Bucha.
Para jasad itu disebut Ukraina merupakan warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia.
Barat pun segera membuat pernyataan bahwa warga sipil yang tewas adalah bukti kejahatan perang yang dilakukan Rusia di Ukraina. Barat juga bersumpah akan kembali menjatuhkan sanksi kepada Rusia.
Presiden AS Joe Biden pada hari Senin (4/4) menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kejahatan perang dan menyerukan pengadilan.
"Anda melihat apa yang terjadi di Bucha. Ini menjamin dia [Putin] adalah penjahat perang," kata Biden kepada wartawan setelah mendarat di Washington dari Delaware, tempat dia menghabiskan akhir pekan.
Rusia telah membantah peran apa pun dalam pembunuhan itu dan Kremlin telah menyebut retorika Biden sebagai hal yang tidak dapat dimaafkan.
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan telah memiliki bukti bahwa Pusat Operasi Psikologis Ukraina ke-72 telah membantu menggelar propaganda semacam itu di sebuah desa berjarak 23 km barat laut Kiev serta di Sumy, Konotop, dan kota-kota lain.
Atas pernyataan Wali kota Bucha itu, Moskow pun lantas mempertanyakan, mengapa mayat warga sipil yang tewas baru ditunjukkan pada 3 April.

