Polisi: Korban Pemukulan di Holywings Yogya Sempat Kabur dari Polres
June 05, 2022
Add Comment
Namun, menurut Imam, Bryan sempat kabur dari kantor polisi hingga tertabrak kendaraan.
"Bahwa saat diamankan piket reskrim korban melarikan diri ke arah keluar Polres Sleman dan sempat tertabrak mobil yang berlalu-lalang," kata Imam dalam keterangannya, Minggu (5/6).
Polisi belum mengungkap alasan Bryan kabur dari kantor polisi. Saat ini Bryan juga belum bisa memberikan keterangan karena masih menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Sebelumnya pihak keluarga menyesalkan sikap kepolisian yang tidak memberi tahu keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi. Keluarga baru tahu kondisi Bryan dari rekannya, Albert, pada Sabtu pagi. Saat itu kondisi Bryan sudah dirawat di RSUD Sleman.
"Pihak keluarga sangat menyayangkan bahwa tidak seorang pun anggota polisi yang berada di polres maupun yang terlibat di Holywings untuk memberitahukan peristiwa ini kepada pihak keluarga," kata keluarga.
"Bahkan sampai malam hari ini, Sabtu 4 Juni, tidak ada anggota polisi pun yang menghubungi pihak keluarga. Sehingga pihak keluarga merasa perlu mengangkat kasus ini agar mendapatkan keadilan," pungkasnya. Penyebab Penganiayaan
Dalam kasus ini polisi telah memeriksa dua orang saksi yaitu Albert dan Agus. Berdasarkan keterangan Agus, korban sebelum dianiaya sempat cekcok dengan pengunjung lain. Namun, tidak diungkap penyebab cekcok tersebut.
Sementara menurut pihak keluarga penganiayaan itu bermula dari provokasi seseorang bernama Carmel. Dia memanggil rekannya dan sejumlah orang untuk memprovokasi Bryan.
"Saat perkelahian, Bryan Yoga Kusuma dihajar kurang lebih selama 1 jam oleh sekitar 20 orang dan ada juga oknum polisi yang terlibat," kata perwakilan keluarga Bryan.
Setelah kondisi mulai kondusif, Bryan dan Albert diduga diberikan opsi jalan tengah menyelesaikan masalah tersebut dengan Carmel dan Leo. Opsi tersebut yakni menyelesaikan masalah di Polres Sleman.
"Saat itu, Albert meminta pertolongan dari polisi lain yang berada di polres, namun hanya dilihat saja dan mereka tidak memberikan pertolongan. Saat itu, identitas dan HP Albert dan juga Bryan disita oleh pihak kepolisian," terang keluarga.
Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai memastikan akan menyelidiki kasus ini. Pihaknya juga akan menindak siapa pun yang terlibat dalam kasus tersebut.

